Kebersihan Lingkungan
Kenapa kebersihan jadi indikator utama, dampak lingkungan kotor bagi kesehatan, dan dalil-dalil tentang keutamaan menjaga kebersihan.
Kebersihan dan Kesehatan Masyarakat
Lingkungan yang kotor — sampah berserakan, kotoran menumpuk — menjadi sarang lalat, tikus, dan nyamuk pembawa penyakit seperti diare, demam berdarah, dan infeksi kulit. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar adalah langkah pencegahan penyakit yang murah dan bisa dilakukan bersama-sama.
Bagaimana ALR EcoVision Menilai Kebersihan
Indikator Kebersihan dihitung dari persentase petak grid pada foto yang TIDAK menunjukkan tanda sampah atau kotoran. Semakin sedikit petak bermasalah, semakin tinggi skor Kebersihan lokasi tersebut.
Tips Praktis
- Buang sampah pada tempatnya, pisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya.
- Jadwalkan kerja bakti/gotong royong rutin membersihkan area publik (jalan, selokan, taman).
- Sediakan tempat sampah yang cukup dan mudah dijangkau di titik-titik ramai.
- Segera bersihkan tumpahan/kotoran, jangan menunggu menumpuk baru dibersihkan.
Dalil & Hadits Terkait
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
"Bersuci adalah sebagian dari iman."
HR. Muslim no. 223 (shahih)
Hadits ini secara khusus berbicara tentang thuhur (bersuci secara syar'i), namun banyak ulama menjadikannya salah satu dasar besarnya perhatian Islam terhadap kebersihan secara umum.
الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ شُعْبَةً ... وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ
"Iman itu memiliki lebih dari tujuh puluh cabang ... dan yang paling rendah (levelnya) adalah menyingkirkan gangguan (kotoran/duri/sampah) dari jalan."
HR. Muslim no. 35, HR. Bukhari no. 9 (shahih)
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri."
QS. Al-Baqarah (2): 222
إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ، نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ
"Sesungguhnya Allah Ta'ala itu baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan."
HR. Tirmidzi no. 2799
Populer dikutip di banyak ceramah/tulisan, tetapi para ulama hadits berbeda pendapat tentang kekuatan sanadnya (sebagian menilainya lemah). Kandungan maknanya tetap sejalan dengan dalil-dalil lain di atas yang berstatus shahih.
Terjemahan ayat/hadits di atas bersifat ringkas untuk memudahkan pemahaman umum, bukan terjemahan resmi bersanad. Untuk kajian mendalam, silakan rujuk mushaf/kitab hadits asli beserta kitab syarahnya.